Sabtu, 24 Agustus 2019

SEJARAH BERDIRINYA READYNET

Sejarah Berdirinya Readynet Jatisrono

Informasi merupakan salah satu sumber pengetahuan yang bisa diperoleh dari internet. Kita tahu bahwa internet sebagai gudang informasi yang bersifat up to date dan meliputi segala aspek kehidupan serta mencakup seluruh dunia tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Informasi bagi masyarakat sudah menjadi kebutuhan pokok, setiap saat mereka selalu membutuhkan informasi yang up to date baik hanya sekedar ingin tahu atau karena ada tujuan tertentu.

Namun demikian akan menjadi masalah bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan dengan sarana komunikasi yang terbatas, sehingga akses mereka terhadap informasipun juga sangat kurang.Kondisi ini juga dialami oleh sebagian besar penduduk di Kabupaten Wonogiri yang tersebar di 24 kecamatan, dan khususnya di Kecamatan Jatisrono dan sekitarnya. Melihat kondisi seperti ini, dengan segenap daya dan kemampuan, saya mencoba untuk menjebatani kebutuhan masyarakat akan informasi terutama di Kecamatan Jatisrono. Adapun usaha saya adalah dengan mendirikan usaha jasa Internet. Usaha jasa ini tidak semata-mata untuk profit oriented alias cari untung saja tetapi juga untuk mencerdaskan anak bangsa dan membuka lapangan kerja guna mengurangi pengangguran.
Disamping menjadi tempat untuk berburu informasi, usaha ini saya dimaksudkan juga untuk membantu memperlancar dunia pendidikan. Mengapa demikian? karena pada saat Usaha ini berdiri, yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008 pemerintah sudah memasukkan pengetahuan internet ke dalam kurikulum pada mapel TIK. Sementara itu mayoritas lembaga pendidikan di Jatisrono dan sekitar belum memiliki Laboratorium Komputer yang mendukung jaringan internet. Selanjutnya saya berharap keberadaan usaha jasa internet ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Jatisrono dan sekitarnya walaupun masih jauh dari keinginan masyarakat. Dan saya juga berharap agar keberadaan internet ini tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Dukungan masyarakat dan pemerintah setempat sangat saya harapkan demi kemajuan kita bersama.
Lalu apa dan bagaimana usaha jasa internet ini didirikan? Saya mulai merintis usaha ini sejak bulan Desember 2006, namun baru terealisasi pada bulan Februari 2007. Dan sejak itu READYNET saya nyatakan berdiri di Ngrandu, Jatisari, Jatisrono. Modal yang saya gunakan untuk mendirikan usaha ini adalah modal pinjaman dari Koperasi "Sejahtera" SMP Negeri 3 Jatisrono dimana saya mengabdikan diri. Dengan dibantu tetangga dekat saya yang baik hati yaitu Mas Sunarno, saya mulai mencari lokasi di Kecamatan Jatisrono kota. Tempat yang saya pilih adalah rumah Ibu Sri Mulyati ibu mertua teman guru saya yaitu Bapak Drs. Riyanto. Setelah melakukan kesepakatan dengan pemilik rumah, saya dan mas Nano (begitu panggilan akrab dari Mas Sunarno) menyiapkan tempat. Adapun pengadaan bilik dan meja komputer saya percayakan kepada teman guru saya Bapak Suyatno yang ahli dibidang permebelan berbahan kayu jati.

Setelah segala sesuatunya siap saya mendaftarkan ke Solonet sebagai ISP dengan nama usaha READYNET. Karena saat itu Solonet baru satu-satunya ISP yang sudah bisa menjangkau Jatisrono. Pada awal mula saya baru mengambil bandwith 8 kbps (super individual) dengan biaya tetap bulanan Rp 825.000, adapun karyawannya adalah Mas Sunarno. yang bekerja sendirian sehari penuh. Setelah berjalan beberapa bulan saya mencoba menaikkan bandwith menjadi 32 kbps CIR dari Isatlink dengan biaya tetap Rp 1.250.000,00. Hal itu saya lakukan untuk mempercepat akses internet sehingga dapat memperbaiki layanan terhadap konsumen. Tetapi kecepatan akses internet tidak signifikan atas kenaikan bandwith tersebut. Dalam hal ini saya berharap kepada Solonet agar menyediakan bandwith yang aksesnya cepat dengan harga miring dan bersaing.

Sementara biaya semakin membengkak akibat kenaikan bandwith, karyawan saya sudah mulai merasa kecapekan karena tiap hari harus kerja sendirian. Apalagi gaji yang relatif kecil yang tidak menutup biaya hidup dia, mengingat Mas Nano harus mencukupi kebutuhan rumah tangganya sementara dia harus menginap di warnet yang harus keluar biaya makan harian dan yang lain. Tepatnya pada bulan Nopember 2007 Mas Nano menyatakan diri untuk mundur. Dalam hal ini saya merasa bersalah karena kurang memperhatikan kondisi kesejahteraan karyawan. (Mas Nano yang baik hati saya minta maaf atas sikap egois saya). Mas Nano, menururut saya Anda karyawan yang jujur, bertanggungjawab dan cepat menguasai kerja.

Bulan Desember Mas Nano resmi keluar dari Readynet, dan sebagai gantinya adalah Didik Irna Mawarno dan Yosa Bayu lulusan SMK yang saling bertetangga, keduanya adalah orang Jatinom Jatisrono. Sejak dipegang 2 orang karyawan baru ini usaha saya mengalami masalah yang cukup membuat kepala pusing tujuh keliling. Hal itu disebabkan oleh raibnya uang hasil usaha sebesar +/- Rp 1 juta tiap bulan. Dalam masalah ini ke 2 karyawan saya tidak bisa menjelaskan ke mana raibnya uang itu, pada hal kondisi pintu dan laci uang selalu terkunci pada saat ditinggal. Dari itu sampai-sampai saya beranggapan tuyul-lah biang keladinya, tapi akhirnya saya meyakinkan diri bahwa pelakunya ya tuyul yang makanannya nasi yang punya mainan handphone. Lalu siapa dia pelakunya? Tuhan telah mencatatnya dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Karena kondisi keuangan yang morat-marit selamat tiga bulan, sementara saya berusaha mengevaluasi dan meminta karyawan untuk memperbaiki kinerja dan tanggungjawab, namun usaha ini tidak membuahkan hasil. Pada awal Maret 2008 terpaksa saya memberhentikan Didik Irna Mawarno dan saya gantikan teman SMP saya dulu yaitu Mas Tumino yang saat ini berdomisili di Kembang Jatipurno. Dengan pergantian karyawan ini saya berharap usaha internet ini berjalan normal. Alhamdulillah mulai bulan Maret kondisi sudah membaik walaupun terkadang masih terjadi uang raib. Dalam hal ini saya berharap Mas Tumino bisa membantu untuk mengatasi permasalah keuangan readynet. (Mas Toem, dengan Nama Allah saya mengharap bantuanmu, karena hanya kepada Allah, Rusul, dan orang beriman-lah seharusnya kita minta bantuan).

Alhamdulillah pada bulan Agustus 2008 Access Speedy dari Telkom masuk ke Jatisrono, dimana kita tahu bahwa speedy menawarkan bandwith yang cukup besar pada kisaran diatas 600 Kbps untuk download dan diatas 90 Kbps untuk upload. Dan baiknya lagi bandwith sebesar itu oleh Telkom ditawarkan lebih murah dari pada ISP (Internet Service Provider) yang lain. Kesempatan ini saya sambut dengan cepat dan senang hati demi untuk menekan biaya operasional dan tentunya untuk lebih meningkatkan service saya terhadap pelanggan readynet. Sebelumnya saya memang berlangganan ke PT. Solo Jala Buana atau yang lebih kita kenal dengan SOLONET sebagai ISP saya. Apresiasi saya terhadap Solonet, bagus dan memuaskan dari sisi service yang begitu perhatian dalam membimbing dan menyelesaikan aduan yang saya sampaikan. Namun dalam hal bandwith dan harganya belum sesuai dengan harapan saya, sehingga ditambah minat masyarakat sekitar readynet terhadap internet pada waktu itu belum begitu besar menyebabkan readynet cenderung BEP (Break Event Point) alias "Bak Buk".

Mahalnya bandwith dari Solonet, saya sebenarnya memahami dan menyadari bahwa mereka pun membelinya dengan harga yang mahal pula. Kepada Solonet saya ucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan didikannya kepada saya, salam saya buat Pak Widyo, Mas Cahyo, Mas Wawan, Mas Andry, Mbak Fitri, Mbak Wening, Mbak Ida, Mbak Trias Anggraeni dan semuanya saja, Anda semua adalah pahlawan saya dibidang internet.

Kembali ke bulan Juli 2008, sebelum bulan Agustus ada rumor akan masuknya Speedy ke Jatisrono yang oleh masyarakat Wonogiri dan Jatisrono sudah diakui kecepatan access internetnya. Info ini membuat saya ketar-ketir, mengingat ada isu juga bahwa akan ada warnet baru di Jatisrono dengan menggunakan speedy. Pada bulan Juli tersebut saya bimbang antara menutup usaha readynet atau tetap melanjutkan. Kalau saya masih tetap menginduk ke Solonet terus terang saya tidak berani gambling jika disandingkan dengan warnet lain yang menggunakan speedy. Berangkat dari masalah ini saya harus memutar otak untuk mengatasi kemelut dalam hati saya. Jika saya harus menutup usaha readynet berarti saya kalah sebelum bertanding dan saya harus rela membuang modal dan investasi dengan percuma, disamping itu sebenarnya punya misi lain dalam pendirian readynet diantaranya : penyediaan informasi up to date dan pembelajaran pada masyarakat dan membuka lapangan kerja untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Memang pernah terbersit untuk menutup readynet, mengingat beban biaya operasional yang tinggi dan tidak diimbangi pemasukan yang memadai.

Dengan berat hati dan dihinggapi rasa bersalah akhirnya saya memutuskan diri untuk mundur dari Solonet, walau Solonet berusaha untuk mempertahankan readynet dengan beberapa tawaran solusi masalah, bantuan promosi, dan kompromi harga. Setelah saya kontak solonet untuk mundur dan mengirimkan surat pengunduran lewat email, saya segera untuk mendaftarkan diri ke Telkom Speedy atas restu pemilik rumah (Ibu Sri Mulyati). Agustus 2008 readynet resmi menggunakan Speedy dengan paket Office.
Rasanya lega hati ini dan seperti bernafas dipagi hari dengan udara yang sejuk setelah menggunakan speedy karena kecapatan aksesnya diakui oleh pelanggan sehingga meraka tidak komplen seperti dulu lagi disamping harganya lebih murah. Memasuki pekan ke-4 Agustus, ibarat sakit asma, penyakit saya kambuh lagi dimana pikiran kalut dan dada sesak rasanya. Hal itu disebabkan isu munculnya warnet baru memang bukan isapan jempol.

Hari Jumat pekan terakhir Agustus 2008, saya ditakdirkan sholat Jumat di Masjid Agung Kec. Jatisrono. Usai sholat Jumat saya dapati di serambi masjid ada brosur banyak dibaca orang. Penasaran juga untuk mengetahui isinya, dueeee...rrrr bak disambar pertir rasanya, ternyata promosi berdirinya warnet baru dengan nama ARFI NET yang didirikan oleh Mas ANDANG Wonogiri yang letaknya tidak jauh dari Readynet yang secara letak lebih strategis terhadap komunitas manusia. Tidak sampai disitu saja yang membuat kepala pusing, karena ARFI NET memasang tarif yang lebih murah daripada readynet. Berdasarkan pengalaman yang sudah readynet jalani, dengan satu warnet saja penghasilan relatif Bak Buk, apalagi ada dua warnet dalam satu daerah ditambah harus menurunkan harga, mungkin tambah hancur -- pikir saya. Dengan pikiran kalut saya segera koordinasi dengan karyawan untuk menyesuaikan diri dengan ARFI NET. Dalam hal lahir saya kalah dua dengan Arfi-Net yaitu kalah letak dan spek komputer.

Satu minggu pikiran dan hati saya kalut. Dalam kekalutan itu saya berusaha untuk berdoa dan mengadukan semua permasalahan kepada sang Maha Pemberi Solusi, Dia-lah Allah raja diraja yang menanggung rejeki bagi seluruh hambanya. Diantara bait doa yang saya ucapkan adalah "Wahai Allah mengapa saya begitu kawatir terhadap rejeki saya, padahal Engkau Maha Kaya dan Engkau yang menanggung rejeki semua makhluk, Engkaulah pengatur segala sesuatu, semua berada dalam genggaman kuasa-Mu. Wahai Allah sesungguhnya pada diri saya ada tanggungan dua orang karyawan yang satu yatim, yang satu saudara seiman dan seperjuangan saya yang tekun lagi dapat dipercaya. Dan ada seorang janda yaitu pemilik rumah tempat saya menjalankan usaha. Wahai Allah jikalau Engkau masih mengamanahkan READYNET sebagai sarana mereka untuk mengais rejeki dan karunia-Mu, maka berilah bantuan saya dari sisi-Mu, karena hanya Engkaulah yang dapat memberi bantuan kepada saya."
Demikian petikan doa yang sering saya baca. Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaaha illallaah Allahu Akbar, Masya-Allah Laa haula walaa quwata illa billaah, dan inilah yang bisa saya ucapkan dua bulan terlewatkan yaitu September dan Oktober 2008. Sungguh Maha Besar, Maha Kaya, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, Dia Allah selalu dekat dengan hamba-Nya dan lebih dekat dari urat leher hamba tersebut. Ternyata bukan penghasilan readynet yang semakin berkurang dengan munculnya Arfinet, tapi justru melampaui target.
Terima kasih Ya Allah atas segala kemurahan-Mu, smoga Engkau mencukupkan rejeki bagi READY-NET dan ARFI-NET. Jadikanlah kami semua sebagai hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat-nikmatMu dan senantiasa menjaga perintah-Mu. Amien.


Buat ARFI-NET, maafkan saya, jika kehadiranmu sempat membuat hati saya berburuk sangka padamu, iri, dan dengki. Mungkin itu was-was dari syaithan ke dalam hati saya agar timbul kebencian pada diri saya terhadap Arfinet. Tapi kini saya sudah menyadari bahwa engkau juga punya hak yang sama untuk mengais rejeki dan karunia dari Allah. Kuserahkan semua pada-Mu ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pengatur segala urusan semua hamba.

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates